by

Wakil Gubernur Lampung Chusnuniah, Hadiri Pencanangan Aksi Serentak Peduli Sampah

BANDARLAMPUNG,CAHYAMEDIA.CO.ID — Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia, hadiri Pencanangan Serentak Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung, bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Jl. Basuki Rahmat No.10 Bandar Lampung, Selasa (09/03).

Kegiatan diikuti oleh Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung (Virtual), Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas ESDM, Kasatpol PP Provinsi Lampung, Kepala Dinas Lingkungan Hidup se-Provinsi Lampung (Virtual), GM PT Bukit Asam, dan Ketua Forum CSR Lampung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putera, dalam sambutannya mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan guna memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah dalam pengelolaan sampah menjadi bahan baku ekonomi, memperkuat partisipasi publik dalam pengelolaan sampah agar bernilai ekonomis dan lebih produktif, dan memperkuat komitmen serta peran aktif produsen dan pelaku usaha agar lebih ramah terhadap lingkungan.

Syahrudin juga menyampaikan, kalau Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung bersama Forum CSR Lampung melaunching Kafe/Dapur Different But Able.

“Kafe ini diproduksi oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang dibina oleh beberapa chef dari Bukit Randu dan Swiss Bell. Dimana, semua alat saji yang digunakan di kafe tersebut sangat ramah lingkungan”, ucap Syahrudin.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Lampung, Chusnuniyah mengatakan, kepedulian terhadap sampah masih perlu terus digaungkan agar semua bisa bergerak bersama memanage persoalan sampah.

Bukan hanya di Provinsi Lampung atau seluruh provinsi di Indonesia, bahkan di level internasional, persoalan sampah masih menjadi persoalan yang perlu keseriusan lebih dalam lagi dan sangat penting dalam berkehidupan, sebab keberlangsungan bumi dan alam salah satunya adalah tentang bagaimana kita memanage sampah.

Pengelolaan sampah, terkhusus di Provinsi Lampung, selain mampu menjamin kesehatan dan aman bagi lingkungan sebut Chusnuniah juga harus dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Pertambahan penduduk di suatu daerah sambung Chusnuniah, akan berbanding lurus dengan bertambahnya volume sampah. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat memperhatikan dan meningkatkan sarana prasarana agar pengelolaan sampah bisa maksimal.

Memasuki tahun 2025, pengelolaan sampah ditarget dapat dilakukan sampai dengan 30 persen dan penangananny sebesar 70 persen dapat terwujud. Layanan pengelolaan sampah juga perlu terus ditingkatkan seperti pengadaan transport, rumah kompos dan sebagainya.

“Provinsi Lampung sampai hari ini masih menjadi transit pengiriman bahan baku sampah plastik dan kertas kewilayah tangerang dan sekitarnya. Kedepan, kita harus menggali kemungkinan investasi pengelolaan sampah plastik dan kertas di Provinsi Lampung. Tentunya perlu dukungan stakeholders dan pemerhati lingkungan”, ujar Chusnunia.

Menurut rencana, di Provinsi Lampung nantinya akan dibangun Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Regional yang direncanakan akan dibangun di daerah Kotabaru, Lampung Selatan. TPA ini sebut Chusnuniah diharapkan mampu meningkatkan kualitas penanganan sampah untuk 7 Kabupaten/Kota yaitu Kota Bandar Lampung, Metro, Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Timur.

“TPA Regional ini nantinya akan beroperasi, terintegrasi dengan instalasi pengelolaan sampah menjadi energi listrik dan instalasi pengolahan limbah B3 di lokasi yang sama”, ucap Chusnuniah.

PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) ucap Chusnuniah akan mampu mereduksi timbunan sampah sebanyak 1000 ton per hari. Sampah tersebut akan digunakan sebagai bahan baku bagi 2 unit pembangkit listrik yang dapat menghasilkan daya listrik 14 MW. Instalasi pengolahan limbah B3 diharapkan menjadi Pusat Pemusnahan limbah B3 wilayah Sumatera dan juga sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah yang baru.

Di peringatan Hari Peduli Sampah Nasional ini, Chusnunia mengajak semua elemen masyarakat bisa bergerak bersama dengan konsisten terutama dengan mengurangi sampah plastik.

“Semenjak 2019, saya terus menyuarakan agar kita ikut berpartisipasi, bergerak bersama melawan derasnya sampah plastik. Meskipun kita belum bisa menghindarinya 100 persen, setidaknya kita sudah berperan serta meminimalisir derasnya sampah plastik”, kata Chusnunia.

Chusnunia juga mengingatkan, di masa pandemi Covid saat ini manajemen pengelolaan sampah APD seperti masker dan sebagainya agar juga menjadi perhatian bersama.

Kegiatan Pencanangan Serentak Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung diakhiri dengan penekanan tombol sirine oleh Wakil Gubernur Lampung sebagai tanda dimulainya Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se-Provinsi.

Di sela-sela acara, Wakil Gubernur Lampung juga menyerahkan Piagam Penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan kepada 2 orang, Piagam Penghargaan Adiwiyata Provinsi Lampung Tahun 2020 Kepada 9 Sekolah, dan bantuan berupa bor biopori, pupuk cair, alat cuci tangan, tabungan, mesin cacah sampah, dan sembako. (*/Rls)

Comment