WC Rusak dan Mampet, Komisi IV DPRD Pringsewu Tinjau SDN 09 Gadingrejo

By Cahya Media 17 Okt 2019 Dibaca: 123KaliPringsewu

WC Rusak dan Mampet, Komisi IV DPRD Pringsewu Tinjau SDN 09 Gadingrejo

Keterangan Gambar : Komisi II DPRD Kabupaten Pringsewu saat meninjau SDN 09 Gadingrejo


CAHYAMEDIA.CO.ID, GADINGREJO - Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dari Komisi IV, mendatangi SDN 09 Gadingrejo yang terletak di Dusun Sukorejo, Pekon Gadingrejo. 

Kedatangan mereka guna melihat kondisi bangunan dan prasarana lainnya yang ada di SDN 09 Gadingrejo yang kondisnya cukup memprihatinkan. 

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pringsewu Suryo Cahyono saat dikonfirmasi usai melihat kondisi bangunan dan berbincang dengan dewan guru mengatakan, pihaknya meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu segera memfasilitasi, apa yang jadi keluhan dari dewan guru. 

"Utamanya berkaitan dengan masalah WC yang kondisinya rusak dan tidak berfungsi. Sebab, bau yang dihasilkan sudah sangat mengganggu kenyamanan siswa dalam belajar", ucap Cahyo didampingi tiga anggota Komisi IV lainnya. 

Permasalahan lainnya sebut Cahyo, yakni soal penambahan ruang kelas baru (RKB). 

"Setelah kami tanya kepala sekolahnya, ternyata sudah diusulkan dua tahun yang lalu. Termasuk juga, disampaikan melalui anggota dewan lama asal daerah pemilihan gadingrejo waktu itu", ungkap Cahyo. 

Haiyin, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu yang ikut mendampingi Komisi IV saat dikonfirmasi mengaku,  keterbatasan dana menjadi salah satu kendala.

"Bukan tidak kita perhatikan, tapi anggaran yang ada memang terbatas. Untuk itu, belum semuanya bisa terakomodir", kata Haiyin. 

Cecep Irawan, Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gadingrejo mengatakan, berterimakasih dengan kunjungan komisi IV ke SDN 09 Gadingrejo. 

"Harapannya ada tindaklanjut. Untuk MCK bisa segera di perbaiki, dan dilakukan penambahan lokal RKB", ujar Cecep. 

Sementara itu Enty Rubiyanti, Kepala SDN 09 Gadingrejo menjelaskan, saat dirinya dipindahtugaskan ke SDN 09 Gadingrejo, kondisi WC yang ada memang sudah rusak. 

"Closetnya rusak dan alirannya juga mampet. Waktu itu juga tidak ada sumber air. Saya dipindahtugaskan ke sekolah ini tahun 2015", terang Enty. 

Dengan menggerakan komite sekolah yang ada, akhirnya dapatkan dibuatlah sumur bor dilingkungan sekolah. 

"Tapi karena posisi bangunan sumur bor lebih rendah dari bangunan WC, mesin air tidak mampu mendorong sampai keatas", papar Enty. 

Enty juga berharap, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan bisa menambah lokal ruang belajar. 

"Untuk lahannya akan menempati lahan bekas bangunan penjaga sekolah, yang sudah lama dipindahkan dan menempati ruang kepala sekolah. Ruang belajar ini, nantinya akan dimanfaatkan bagi siswa kelas II", ucap Enty. 

Akibat WC serta salurannya yang rusak dan mampet hingga menebarkan bau, siswa di sekolah ini kerap harus menghirup bau kurang sedap saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). 

Selain itu, keterbatasan ruang kelas membuat KBM bagi siswa kelas II di SDN 09 Gadingrejo dilangsungkan secara lesehan beralaskan karpet dan menempati ruang perpustakaan. 

Untuk diketahui, tenaga pendidik di SDN 09 Gadingrejo sebanyak 10 orang. Dari 10 guru, delapan berstatus sebagai PNS, dan dua (2) lainnya sebagai tenaga honor dengan total jumlah siswa sebanyak 124 orang. (Ful)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment