Wabup Fauzi Buka Rakor KWT Se-Kabupaten Pringsewu

By Cahya Media 14 Jul 2020 Dibaca: 208KaliPringsewu

Wabup Fauzi Buka Rakor KWT Se-Kabupaten Pringsewu

Keterangan Gambar :


CAHYAMEDIA (PRINGSEWU) – Rapat koordinasi (rakor) bulanan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kabupaten Pringsewu dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr.H. Fauzi, SE, M.Kom., Akt., CA, CMA di Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Selasa (14/7/2020).

Rakor yang diikuti perwakilan KWT se Kabupaten Pringsewu ini juga dihadiri Asisten Ekobang sekaligus Plt Kadis Pertanian Johndrawadi, SE, MM, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Malian Ayub, SE, Kadis Koperindag Drs.Masykur, juga Camat Pringsewu Drs.Nang Abidin Hasan. Pada kesempatan tersebut juga digelar bazaar hasil-hasil pertanian maupun produk-produk lainnya dari berbagai KWT yang ada di Kabupaten Pringsewu.

Saat menyampaikan sambutannya, Wabup Pringsewu mengaku senang KWT ada koordinasinya. Wabup juga memberikan gambaran terkait usaha yang digeluti oleh para KWT, dimana kalau kita menanam padi kemudian menjualnya juga dalam bentuk padi, dengan menanam padi kemudian menjual dalam bentuk nasi goreng, tentunya akan lebih menguntungkan menjual nasi goreng.

Sebab, kata dia, kalau menjual dalam bentuk padi, tentu biasanya yang menentukan harga adalah pembeli, tetapi jika sudah dalam bentuk nasi goreng, tentunya yang menentukan harga adalah penjualnya.

"Demikian juga dengan jahe, kalau kita jual jahe saja, harganya bisa naik turun, karena pembeli yang menentukan harga. Tetapi jika kita jual dalam bentuk serbuk, yang menjual yang bisa menentukan harga. Artinya, kalau kita mau mengolah sedikit saja minimal 30% keuntungannya, apalagi kalau kita mengolah lebih. Belum lagi masalah tempat. Yang penting agar dibuat penampilan yang baik," katanya.

Wabup juga mengingatkan kalau masih usaha produksi, agar KWT tidak usah terlalu pusing mengenai masalah perizinan. "Kecuali kalau ibu mau membuka usaha karaoke, mau membuka bilyard, nah itu barulah harus urus izin terlebih dahulu. Kalau cuma mengolah jahe, mengolah jadi tempe, nggak usah dipusingin dulu masalah perizinan, yang penting produksi aja dulu, tetapi tetap menjaga higienitas, dijaga supaya bagus. Kira-kira jika sudah mulai banyak yang pesan, sudah bagus, nah baru urus izin," jelasnya. (*/red/prokopim)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

  1. CheapEssayWriter 20 Jul 2020, 17:47:51 WIB

    wow! This is just great initiative of Pringsewu Women's Farmers Group (KWT) for at least minimizing the gender gap in agricultural industry and empowering female farmers to feed the world. If being appreciated then empowered women can revolutionize rural areas anywhere in the world.

    cv editing services 12 Agu 2020, 15:17:39 WIB

    I have heard about Vice Regent Pringsewu, kind man, who has done very noble things for the society. Initially, I thought this news is related to inflation as we see the image attached to it, when I read the whole blog, then I get to know what this is all about.

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat


  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim

Komentar Terakhir

  • APrioli

    cialis [url=http://joshstricklandonline.com/]buy cialis online reddit[/url] cialis generic ...

    View Article
  • dbyeplvqrhqz

    maricopa county case search rqwhhodybgdn article source <a ...

    View Article
  • Markwat

    <a href="https://dipyridamol.com/">dipyridamole medication</a> <a ...

    View Article
  • Calvindiaws

    ielts band 8 essays vocabulary <a href="http://essaywriterupk.com/#">what ...

    View Article