Ust. Salamus Solikhin: Puasa, Intinya dari Kita untuk Kita

By Cahya Media 13 Jun 2017 Dibaca: 294KaliPerspektif

Ust. Salamus Solikhin: Puasa, Intinya dari Kita untuk Kita

Keterangan Gambar : Ust. Salamus Solikhin


PESAWARAN, CAHYAMEDIA.CO.ID -  Dalam pandangan Ustadz Salamus Solikhin Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pesawaran, puasa adalah menahan diri, menanamkan keikhlasan, pemerataan bagi seluruh, keimanan dan ketaatan serta kenikmatan.

Menahan diri dimaksud lanjut Solihihin memiliki arti yang cukup luas, bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, namun jauh dari itu yakni  menahan dari segala perbuatan yang dilarang oleh sang khalik (pencipta), yaitu menahan hawa nafsu.

“Termasuk disini menahan pandangan, menahan perkataan, serta menahan amarah, agar nilai ibadah puasa kita tidak sia-sia serta mendapat nilai pahala,” ucapnya

Menanamkan keikhlasan sebut Ustadz Solihin yakni ikhlas untuk menjalani rangkain ibadah pada bulan ramadhan, tidak semata-mata karena menjalani puasa lantaran adanya sesuatu hal.

Sementara, pemerataan dimaksud yakni adanya keadilan sosial bagi seluruh makhluk yang berwujud pada adanya kepekaan sosial kita, yaitu dengan membayar zakat fitrah lantaran wajib.

“Melahirkan kepekaan jiwa kepada lingkungan. Apabila kita saling berbagi maka tidak akan terjadi kesenjangan sosial, sebab semuanya akan bergerak baik dari pemimpin maupun rakyat biasa, yang mampu ataupun yang tidak maka. Berawal dari puasa ini lah, kemudian kita ber zakat. Sebab, zakat ini yang akan menjadi pemicu agar tidak terjadi konflik dan ketidak adilan sosial,” paparnya.  

Keimanan dan ketaatan kita kepada allah akan semakin besar disaat bulan ramadhan.

Kenikmatan, dimana saat setiap kita hidup ada aturan, bisa bermanfaat bagi tumbuh kita lahir dan batin, menurut Rasulullah ‘puasalah kamu agar sehat’, manfaat batin kita disimpulkan dalam sehari yaitu pada saat bedug magrib, karena tidak ada bedanya, baik kaya atau miskin karena pada saat itulah nikmat batin kita menjalani ibadah puasa.

Inti dari puasa adalah untuk kecintaan kita kepada Allah dan kecintaan kepada diri kita, indahnya berbagi, indahnya keikhlasan, keindahnya ibadah, maka kita akan mendapatkan kecintaan kepada Allah dan kepada lingkungan. Maka kesimpulannya adalah puasa itu dari kita untuk kita. (ALDI)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Jasa Bangun Rumah

    Infonya sangat berguna bagi kami, Thank you. https://jasaseo.website | ...

    View Article
  • Cruise Cushion

    Coba saja buat wisata perjalanan dari jakarta ke lampung dengan menggunakan kapal laut ...

    View Article
  • Kontraktor Bangunan

    semoga aja nanti pas eksekusi menjadi bagus hasilnya, tetapi bagus atau enggaknya ...

    View Article
  • Pesan Nasi Kotak

    Loh, ini gimana sih..? Judul dan gambarnya sih tentang nasi kotak,, tapi kok isi ...

    View Article