Ust. Salamus Solikhin: Puasa, Intinya dari Kita untuk Kita

By Cahya Media 13 Jun 2017 Dibaca: 424KaliPerspektif

Ust. Salamus Solikhin: Puasa, Intinya dari Kita untuk Kita

Keterangan Gambar : Ust. Salamus Solikhin


PESAWARAN, CAHYAMEDIA.CO.ID -  Dalam pandangan Ustadz Salamus Solikhin Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pesawaran, puasa adalah menahan diri, menanamkan keikhlasan, pemerataan bagi seluruh, keimanan dan ketaatan serta kenikmatan.

Menahan diri dimaksud lanjut Solihihin memiliki arti yang cukup luas, bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja, namun jauh dari itu yakni  menahan dari segala perbuatan yang dilarang oleh sang khalik (pencipta), yaitu menahan hawa nafsu.

“Termasuk disini menahan pandangan, menahan perkataan, serta menahan amarah, agar nilai ibadah puasa kita tidak sia-sia serta mendapat nilai pahala,” ucapnya

Menanamkan keikhlasan sebut Ustadz Solihin yakni ikhlas untuk menjalani rangkain ibadah pada bulan ramadhan, tidak semata-mata karena menjalani puasa lantaran adanya sesuatu hal.

Sementara, pemerataan dimaksud yakni adanya keadilan sosial bagi seluruh makhluk yang berwujud pada adanya kepekaan sosial kita, yaitu dengan membayar zakat fitrah lantaran wajib.

“Melahirkan kepekaan jiwa kepada lingkungan. Apabila kita saling berbagi maka tidak akan terjadi kesenjangan sosial, sebab semuanya akan bergerak baik dari pemimpin maupun rakyat biasa, yang mampu ataupun yang tidak maka. Berawal dari puasa ini lah, kemudian kita ber zakat. Sebab, zakat ini yang akan menjadi pemicu agar tidak terjadi konflik dan ketidak adilan sosial,” paparnya.  

Keimanan dan ketaatan kita kepada allah akan semakin besar disaat bulan ramadhan.

Kenikmatan, dimana saat setiap kita hidup ada aturan, bisa bermanfaat bagi tumbuh kita lahir dan batin, menurut Rasulullah ‘puasalah kamu agar sehat’, manfaat batin kita disimpulkan dalam sehari yaitu pada saat bedug magrib, karena tidak ada bedanya, baik kaya atau miskin karena pada saat itulah nikmat batin kita menjalani ibadah puasa.

Inti dari puasa adalah untuk kecintaan kita kepada Allah dan kecintaan kepada diri kita, indahnya berbagi, indahnya keikhlasan, keindahnya ibadah, maka kita akan mendapatkan kecintaan kepada Allah dan kepada lingkungan. Maka kesimpulannya adalah puasa itu dari kita untuk kita. (ALDI)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Makanan Khas Indonesia

    Wah website yang bagus banget untuk saling sharing informasi, nih! ...

    View Article
  • Benefits of Cheese

    After reading your article I was amazed. I know that you explain it very well. And ...

    View Article
  • Milk

    It is extremely nice to see the greatest details presented in an easy and ...

    View Article
  • Dates

    Im excited to uncover this page. I need to to thank you for ones time for this ...

    View Article