Sita Eksekusi Dilakukan, 11 Warga Pemilik Lahan Gelar Demo

By Cahya Media 15 Jun 2017 Dibaca: 441KaliPringsewu

Sita Eksekusi Dilakukan, 11 Warga Pemilik Lahan Gelar Demo

Keterangan Gambar :


PAGELARAN, CAHYAMEDIA.CO.ID - Proses eksekusi atas lahan milik 11 warga yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Kota Agung, Kamis (15/06) mendapat perlawanan dan penolakan dari para pemilik lahan.

Ke-11 warga yang lahannya (sawah dan perkebunan) terkena pembebasan dan tidak menyepakati dengan nilai harga ganti rugi yang sudah ditetapkan Tim Apparsial, menggelar aksi damai.

Mereka meminta PN Kota Agung untuk tidak melakukan sita eksekusi terhadap lahan mereka.

Tuntutan ke-11 warga ini didasarkan pada adanya pertimbangan, bahwasanya gugatan mereka ke PN atas ganti layak terhadap tanah serta tanam tumbuh masih dalam proses dan belum selesai.

"Kami minta bapak majelis hakim yang terhormat guna memperhatikan nasib kami yang sedang mencari keadilan.  Kami percaya, satu-satunya lembaga yang menjadi harapan kami dalam persoalan ini adalah lembaga peradilan," ucap Kisno, salah satu anggotaTim Advokasi dari ke-11 warga yang lahannya akan dibebaskan.

Menurut Kisno, masyarakat sangat mendukung dengan apa yang menjadi program dari pemerintah pusat terkait dengan rencana pembangunan Bendungan Way Sekampung di Pekon Bumi Ratu yang tentunya bertujuan, guna mensejahterakan masyarakat.

Sayangnya ucap Kisno, warga (petani) yang terkena dampak dari proyek ini justru tidak mendapatkan ganti layak, malah mendapat ganti rugi. 

Dari beberapa kali  pertemuan dengan masyarakat yang diselenggarakan lanjut Kisno, warga yang lahannya masuk dalam area pembebasan, tidak pernah diajak membicarakan secara rinci, berapa sesungguhnya nilai ganti atas tanah dan tanam tumbuh yang ada. 

"Sebaliknya, nilai harga atas lahan warga yang  ditetapkan tim apparsial, sangat merugikan warga," tandas Kisno yang juga sebagai Ketua Jaringan Pemantau Kebijakan dan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Pringsewu kepada cahyamedia.co.id.

Setelah beberapa kali mendapat sosialisasi dan penjelasan lanjut Kisno, masing-masing dari warga yang lahannya akan dibebaskan diminta membubuhkan tanda tangan pada lembar kertas yang sudah disiapkan serta diberi amplop.

"Pihak panitia meminta warga untuk membuka amplop itu setibanya di rumah masing-masing. Ternyata, amplop itu berisi kopelan yang menerangkan tentang nomor urut tanah yang dibebaskan, luasan serta nilai ganti rugi atas lahan milik masyarakat secara global," papar Kisno.

Atas dasar kronologis itu sambung Kisno, masyarakat menolak penetapan sita eksekusi yang dilakukan PN Kota Agung.

Kisno menambahkan, pihaknya minta kepada Presiden Joko Widodo untuk memberikan keadilan kepada para petani yang lahan dan tanam tumbuhnya terkena dampak dari pembangunan Bendungan Way Sekampung yang sudah diprogramkan.

"Dengan begitu harapannya, warga bisa mendapatkan ganti layak atas lahan dan tanah mereka yang terkena pembebasan," imbuhnya. (Ful)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Elat Herman Goni

    Terimakasih kepada Tuhan yang Maha Esa, atas karunia Nya alumni-alumni STM Perintis, ...

    View Article
  • Brianlat

    Вечернее платье CYLF.RU <a ...

    View Article
  • Lean Belly Breakthrough

    I really appreciate the kind of topics you post here. Thanks for sharing us a great ...

    View Article
  • Spirulina

    Great Information sharing .. I am very happy to read this article .. thanks for ...

    View Article