Rencana Pemberhentian Perangkat Pekon di Sinar Baru Timur Menuai Protes dan Kecaman

By Cahya Media 30 Jan 2019 Dibaca: 330KaliPringsewu

Rencana Pemberhentian Perangkat Pekon di Sinar Baru Timur Menuai Protes dan Kecaman

Keterangan Gambar : Rapat musyawarah tetang rencana pemberhentian terhadap seluruh perangkat pekon di Sinar baru Timur kecamatan sukoharjo


SUKOHARJO,CAHYAMEDIA.CO.ID - Rencana pemberhentian terhadap perangkat pekon di Pekon Sinar Baru Timur Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, menuai protes dan kecaman. 

Hal ini terungkap saat digelarnya rapat musyawarah yang menghadirkan seluruh perangkat pekon, pengurus BHP (badan himpun pemekonan), tokoh pemuda dan tokoh agama di balai pekon setempat, Rabu (30/01/2019). 

Dalam rapat tersebut, Kepala Pekon Sinar Baru Timur Totong berusaha memaparkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 83 Tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, khususnya berkaitan dengan masalah pendidikan dan usia dari perangkat desa. 

Totong menyebutkan bahwa pada Pasal 2 ayat (1) Permendagri tersebut berbunyi bahwa perangkat desa diangkat oleh kepala desa dari warga desa yang telah memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus.

"Dimana, untuk persyaratan umumnya yakni minimal berpendidikan SMU atau sederajat", jelas Totong. 

Kemudian lanjut Totong, berusia 20-42 tahun dan terdaftar sebagai penduduk desa dan bertempat tinggal di desa paling kurang 1 tahun sebelum pendaftaran dan memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi.

"Sementara untuk persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah persyaratan yang bersifat khusus dengan memperhatikan hak asal usul dan nilai sosial budaya dan syarat lainnya", urainya. 

Usai memaparkan Kemendagri, Totong kemudian meminta kepada perangkat pekon yang ada guna menyampaikan surat pengunduran diri secara sukarela.

Sayangnya, dalam sesi tanya jawab, sejumlah perangkat pekon menyampaikan keberatannya dengan diberlakukannya Kemendagri dimaksud.

Keberatan salah satunya disampaikan Kaur Kesra, Tono yang mempertanyakan, apakah keputusan kepala pekon tersebut sudah sesuai dengan Permendagri dan juga Peraturan Bupati. 

Berbeda dengan apa yang disampaikan Kaur Pemerintahan Masturyani. 

Meski ia menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya, namun meminta ada pertimbangan lain yang sedianya dilakukan kepala pekon.

"Kami selama ini sudah semaksimal mungkin bekerja melayani masyarakat tanpa 
melihat bayaran. Bukan dengan cara mendadak seperti ini, tapi beri kami kesempatan sampai kami mengundurkan diri dengan sukarela", tandas Masturyani.

Sementara itu, Mat Nusaran mantan Sekdes Sinar Baru Timur menyampaikan ketidak setujuannya dengan rencana dan langkah yang diambil oleh Totong. 

"Maaf pak lurah, saya tidak setuju dengan pemberhentian serentak perangkat pekon karena mereka tetap dibutuhkan dalam memberikan pelayanan. Selain itu, mereka sudah berpengalaman, dan apa alasannya harus diberhentikan. kalau memang masih bisa dipekerjakan, mohon dipertimbangkan kembali", ucap mantan sekdes yang baru beberapa bulan ini pensiun. 

Sementara itu, Saeful Muklis salah seorang tokoh masyarakat setempat yang juga hadir berusaha mendinginkan suasana yang terjadi. 

Ia mengajak, kepada semua untuk tunduk dan patuh kepada undang-undang dan peraturan yang ada. 

Sebab lanjut Saeful, dalam Permendagri dimaksud sudah sangat jelas, apa-apa saja persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang perangkat pekon dan bagaimana mekanisme pemberhentian dan pengangkatan perangkat pekon.

"Sesuai dengan peraturan yang baru mak seluruh perangkat harus di nol kan dulu. Baru kemudian, diadakan penjaringan dan penyaringan dan hasilnya dilaporkan kepada camat. Ini memang hak prerogatif dari kepala pekon",  urai Saeful. 

Lantaran suasana musyawarah menjadi tegang, dan waktu sudah menjelang sore. Akhirnya, kepala pekon berusaha menutup acara musyawarah.

Selanjutnya, kepala pekon akan kembali berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak kecamatan guna mengambil langkah dan keputusan akhir. (Bes)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment