Puisi "Ibu Indonesia" yang ditulis Sukmawati Soekarno Putri, Sarat Satir

By Cahya Media 03 Apr 2018 Dibaca: 165KaliBandar Lampung

Puisi "Ibu Indonesia" yang ditulis Sukmawati Soekarno Putri, Sarat Satir

Keterangan Gambar : Ibedy Stiawan ZS


BANDARLAMPUNG, CAHYAMEDIA.CO.ID - Puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang ditulis dan  dibawakan Sukmawati Soekarnoputri Putri saat acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Fashion Week 2018, di JCC Jakarta, Kamis (29/03) lalu, menuai beragam kritikan pedas.

Kritikan hingga kecaman atas puisi tersebut lantaran isinya dinilai sudah mengandung isu SARA terutama bagi kaum muslim yang merasa "Agama Islam" telah dilecehkan dalam bait-bait puisi yang ditulisnya. 

Berikut petikan puisi yang ditulis Sukmawati Soekarnoputri Putri.

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam

Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu

Gerai tekukan rambutnya suci

Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka

Menyatu dengan kodrat alam sekitar

Jari jemarinya berbau getah hutan

Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia

Saat penglihatanmu semakin asing

Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu

Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif

Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam

Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok

Lebih merdu dari alunan azan mu

Gemulai gerak tarinya adalah ibadah

Semurni irama puja kepada Illahi

Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun

Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawi.

Pandanglah Ibu Indonesia

Saat pandanganmu semakin pudar

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Membaca petikan puisi diatas menyebabkan beberapa kritikus puisi angkat bicara.

Salah satunya ada Nama Pituin yang merupakan  Sastrawan dan kritikus sastra berkebangsaan Indonesia. Nama Pituin dikenal melalui karyanya berupa puisi, prosa, terjemahan, dan kritik sastra. 

Sementara, Narudin dalam status facebooknya,  Selasa 03 April 2018 mengatakan bahwa, puisi ini sudah gagal sejak judul dan baris pertama puisi. 

"Jdul puisi "Ibu Indonesia"  termasuk gaya bahasa sinekdoke "pars pro toto"  (sebagian untuk keseluruhan). Jika mayoritas agama di Indonesia adalah Islam, maka perkataan "Aku (Ibu Indonesia) tak tahu Syariat Islam" itu ucapan yang sangat melampaui batas dan memberi teladan yang tidak baik," jelasnya.

Kemudian lebih lanjut, kalimat "Aku (Ibu Indonesia) tak tahu Syariat Islam pun butuh diulang lagi oleh Sukmawati. betapa ia berniat bahwa dirinya sebagai identitas ibu indonesia, hendak mengumumkan kepada publik mayoritas Islam di Indonesia, bahwa ia seorang yang tak tahu Syariat Islam.

"Ia (Sukmawati) malah memerintah kita agar melakukan  penglihatan sekaligus pandangan pada sosok "Ibu Indonesia" (sebagai citra narsis diri Sukmawati) bahwa Sukmawati dengan perbandingan kata yang sangat berbahaya seperti : "sari konde dibandingkan dengan cadar".

Kemudian, "kidung lebih merdu daripada azan", dan sekian perbandingan lucu lainnya yang tentu saja bagi sebagian pembaca cerdas, hal ini tak menyenangkan sama sekali," ungkap Narudin.

Sukmawati sebut Narudin juga bersikeras agar kita melihat dan memandang sosok Ibu Indonesia sebagai sosok Sukmawati sendiri secara narsis.

"Lebih parah lagi, setelah mengaku tak tahu syariat Islam, kemudian ia mencitrakan dirinya sebagai seorang Ibu bangsa yang seolah-olah nasionalistis. Ia menutup bait-bait puisinya dengan berlagak sok bijaksana. Perhatikan kata sugesti (saran) " supaya" dibawah ini : 

Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu

Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

"simpulannya yang jelas, puisi di atas sudah gagal secara estetika (perhatikan penggunaan kata berhuruf besar dan kata berhuruf kecil yang tak konsisten, perhatikan margin kanan baris puisi  yang terlalu panjang, kata "ujud" yang tak baku, kata  "azan mu" yang tak dipisah itu salah, kata "ayat ayat" tanpa tanda hubung, dan lain-lain), dan gagal secara tematik (perhatikan kenarsisannya yang dibungkus secara heroik, epik, dan pseudo-nasionalistis, perhatikan kelemahannya sekaligus pengakuan tak intelektualnya sebagai seorang yang tak tahu syariat Islam di depan publik Indonesia yang mayoritas Islam," papar Narudin menutup status facebooknya. 

Berbeda dengan apa yang menjadi tanggapan  Sastrawa Indonesia asal Bandar Lampung, Isbedy Stiawan ZS., saat dimintai tanggapan terkait dengan puisi " Aku (Ibu Indonesia).

Dalam penilaian Isbedy, Sukmawati Soekarno Putri sarat satir.

"Menurutku itu puisi tendensius, kenapa?, sebab puisi lahir tidak dalam kekosongan budaya dan sosial," ucapnya.

Sukmawati lanjut Isbedy, mengekspresikan persoalan yang sebenarnya rentan terhadap sosial khususnya SARA.

Dimana sebut Isbedy, Sukmawati sudah menjustifikasi bahwa cadar/hijab tak lebih baik dari pakaian ibu pertiwi, pun kidung pertiwi lebih bagus atau merdu daripada azan. 

"Jadi ia sudah memasuki wilayah agama yang mayoritas di Indonesia," terangnya.

Menurut Sastrawan gaek ini, puisi harus dilihat tak bebas nilai, artinya akan terkait dan terikat dengan nilai-nilai luhur yang ada pada diri manusia. 

"Kebebasan berekspresi tidak lantas kita bebas menyuarakan apa saja dan nabrak apa saja. Puisi Sukma itu juga terasa gamblang sehingga tak perlu tafsir yang multidimensi. 
Kalau tak paham syariat Islam, misalnya, tapi kenapa ia sebut cadar/hijab yang notabene bagian dari syariat," imbuhnya. (Boenga)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Payday Loan Online

    cash advance loan <a href="https://cashadvanceloans.us.org">cash ...

    View Article
  • seniors insurance

    term life insurance quotes <a href="https://termlifeinsurance.us.org">term ...

    View Article
  • sell life insurance

    reliance standard life insurance <a ...

    View Article
  • motorcycle insurance

    aarp auto insurance quote <a href="https://cheapinsurancequotes.us.com">ch eap ...

    View Article