Penahanan Terhadap Mantan Menkes RI dinilai Sarat Politis dan Bentuk Dari Upaya Kriminalisasi
Kasus di Kementerian Kesehatan

By Cahya Media 29 Apr 2017 Dibaca: 365KaliHukum - Kriminal

Penahanan Terhadap Mantan Menkes RI dinilai Sarat Politis dan Bentuk Dari Upaya Kriminalisasi

Keterangan Gambar :


JAKARTA, CAHYAMEDIA.CO.ID - Penahanan mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai sebagai bentuk dari upaya kriminalisasi. Hal ini seperti dikatakan Burhan Rosyidi, adik sekaligus konsultan politik dari Siti Fadilah yang kini berstatus sebagai tersangka dalam dugaan kasus pengadaan alat kesehatan (Alkes).

 

"Ini sudah pasti politisasi. Tidak ada hal lain lagi, ini kriminalisasi yang kejam kepada Ibu Siti Fadilah Supari," ungkap Burhan, seperti dilansir pada laman Kompas.com, Selasa (25/10).

Burhan membeberkan kalau kakaknya (Siti Fadilah) juga sempat meminta untuk tidak ditahan kepada Presiden RI. "Ibu sudah meminta agar tidak ditahan karena tidak bersalah. Tapi ini ditahan juga, Jokowi harus bertanggung jawab," tegasnya.

 

Berbeda dengan penilaian yang disampaikan oleh Achmad Cholidin, pengacara dari Siti Fadilah yang menilai kalau kasus terebut sarat dengan kepentingan politis. "Kan Rustam Pakaya pada saat di periksa, BAP-nya (Berita Acara Pidana) saya baca, kemudian juga fakta persidangan tidak pernah mengatakan mengalirkan MTC tersebut ke Bu Siti. Pertanyaaannya itu MTC siapa," ujar Cholidin di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

 

Menurut Cholidin, dari tujuh kasus yang disangkakan terhadap kliennya, tidak satu pun yang terbukti. "Memang enggak ada, Nah ini terakhir ini yang disitu (MTC). Saya lupa, tujuh di antaranya, ada buffer stock kemudian yang lainnya kebanyakan pengadaan alkes, kemudian kasus yang di Universitas Surabaya, berkenaan dengan itu semua di situ," ungkapnya.

 

Mantan Meteri Kesehatan RI ini diduga terseret kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan dan dan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Siti Fadilah diduga sudah menerima Mandiri Travellers Cheque (MTC) dari Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan, Rustam Syarifudin Pakaya. Namun, dugaan tersebut dibantah oleh Cholidin, pengacara Siti Fadilah.

 

Sementara, KPK telah menetapkan Siti Fadilah sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) buffer stock untuk kejadian luar biasa 2005, pada April 2014 lalu. Dalam dakwaan mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifudin Pakaya, Siti Fadilah disebut mendapat jatah dari hasil korupsi pengadaan Alkes I.

 

Pengadaan tersebut untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes dari dana Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2007. Jatah yang Siti Fadilah dapatkan berupa Mandiri Traveller's Cheque (MTC) senilai Rp1,275 miliar. Kasus tersebut sebelumnya ditangani oleh Polri, tapi pada akhirnya dilimpahkan ke KPK. Siti Fadilah terjerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 15, Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsijuncto pasal 56 ayat 2 KUHP. (*)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Elat Herman Goni

    Terimakasih kepada Tuhan yang Maha Esa, atas karunia Nya alumni-alumni STM Perintis, ...

    View Article
  • Brianlat

    Вечернее платье CYLF.RU <a ...

    View Article
  • Lean Belly Breakthrough

    I really appreciate the kind of topics you post here. Thanks for sharing us a great ...

    View Article
  • Spirulina

    Great Information sharing .. I am very happy to read this article .. thanks for ...

    View Article