Pekon Ganjaran Prioritaskan Infrastruktur Dari Dana Desa

By Cahya Media 19 Sep 2017 Dibaca: 377KaliPringsewu

Pekon Ganjaran Prioritaskan Infrastruktur Dari Dana Desa

Keterangan Gambar :


PRINGSEWU, CAHYAMEDIA.CO.ID - Desa/pekon menjadi tumpuan bagi kehidupan dikota, dalam perjalanannya desa banyak menghasilkan sumberdaya alam yang menyokong hidup orang banyak. Bertahun-tahun desa menjadi ketimpangan serta jarang tersentuh dalam pembangunan.

Dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah memberikan ruang gerak yang lebih baik untuk masyarakat desa/pekon. Pasalnya, dana desa fokus untuk membangun desanya sendiri.

Dalam hal pembangunan desa/pekon mempunyai kewenangan yang lebih luas dalam menentukan arah kebijakan untuk menjalankan apa yang menjadi prioritas pembangunan sesuai dengan hasil musyawarah perencanaan pembangunan desa/pekon (musrembang desa/pekon) kemudian dikuatkan dengan rencana kerja pemerintah desa (RKP Desa).

Dana bantuan dari pusat yang dialokasikan dari APBN tersebut direspon positif oleh Pekon/Desa di Indonesia, karena, digulirkannya UU Desa kini masyarakat Pekon/Desa Ganjaran tengah giat membangun desa sesuai amanat UU, tidak disia-siakan bantuan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat.

Salah satunya Pekon Ganjaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu telah merealisasikan dan serap anggaran dana desa tahap ke 1 (satu) tahun 2017 untuk pembangunan fisik sesuai dengan apa yang menjadi usulan masyarakat pekon ganjaran yang disampaikan dan disetujui saat musrembang desa. Pembangunan fisik tersebut diantaranya Talud Penahan Tanah (TPT), pembangunan jalan Onderlahg, Gorong- Gorong  dan Rehab Posyandu.

Pembangunan Onderlagh dan gorong-gorong guna mempermudah akses masyarakat Pekon Ganjaran, yang semula pekon tertinggal karena akses jalan yang sulit,  sekarang sudah bisa menghubungkan dusun satu dan dusun dua, dan kini giat membangun dari bantuan Dana desa dengan melibatkan masyarakat,".Ungkapan Muhammad kepada cahyamedia.co.id.

Selain itu juga Muhammad mewakili masyarakat Ganjaran memberikan dukungan positif kepada kepala pekon, yang sudah merealisasikan pembangunan jalan Onderlagh dilingkungannya. Persoalannya, sebelum dibangun jalan Onderlagh akses jalan saat musim hujan susah dilewati oleh kendaraan, hanya bisa dilewati pejalan kaki.

"Menurut kami pembangunan jalan Onderlagh dilingkungan kami cukup bagus, karena, bisa mengantisipasi saat musim hujan. Bukan itu saja, masyarakat juga lebih mudah menggunakan akses jalan lingkungan dari dusun satu kedusun dua,"ujarnya.

Pembangunan infrastruktur di Pekon Ganjaran juga dibenarkan pendamping Kecamatan Pagelaran Sahrudin mengatakan pembangunan di Pekon Ganjaran masuk dalam kategori bagus. Kenapa demikian sudah sesuai dengan juklak juknis. "Jadi pekerjaan yang dikerjakan oleh Pekon Ganjaran sudah prosedural, baik pembangunan gorong-gorong, jalan onderlagh, talud dan rehab posyandu akan dikerjakan pada tahap kedua," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pekon Ganjaran, Darman saat ditemui wartawan cahyamedia.co.id , Senin (18/9)  di balai Pekon setempat mengatakan, Alokasi dana desa Tahun  2017 tahap pertama ini mengedepankan rasa keadilan, sesuai dengan skala prioritas kebutuhan yang ada dimasyarakat, dan tentunya dalam pembangunan itu juga melibatkan warga Pekon Ganjaran dengan harapan mampu memaksimalkan hasil pekerjaan pembangunan, selain itu juga, agar masyarakat disetiap dusun rasa memiliki dari hasil pembangunan tersebut.

"Dalam Pembangunan fisik di Pekon Ganjaran kami mengedepankan azas manfaat serta kegotong royongan sehingga hasil baik secara fisik maupun ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat, semisal jalan underlag, jika disesuaikan dengan RAB senilai Rp. 294 593 694,- yang terbangun hanya sepanjang 1288 meter tetapi karena masyarakat yang berperan maka alhamdulillah jalan tersebut bisa terbangun sepanjang 1341 meter,"ungkapnya.

Begitupun dengan pembangunan jembatan penghubung atau gorong gorong ketebalan cor semen maupun kerangka besinya ketebalnnya diatas standar rata-rata. Kenapa demikian, Harapannya usia bangunan tersebut bisa bertahan lebih lama, karena masyarakat sebagai penerima manfaat ikut serta dalam membangun, dengan mengawasi dan rasa memiliki proses pembangunan tersebut.

Untuk Jumlah jembatan penghubung atau gorong-gorong lanjut Darman dititik beratkan di dusun 1 dengan jumlah 5 jembatan sedang di dusun 2 hanya 1 gorong-gorong, ini disesuaikan dengan kebutuhan warga.

"Dusun I (satu) membutuhkan banyak jembatan penghubung karena memang di dusun tersebut banyak aliran parit dan sungai kecil, kemudianpembangunan talut penahan tanah yang dikerjakan baru sepanjang 42 meter dari 500 m yang direncanakan, dan akan diseleaaikan pada tahap ke II. Begitupun rehab 4 posyandu yang ada dipekon ganjaran juga akan dilaksanakan pada tahap II."tandasnya. (DN)

PRINGSEWU, CAHYAMEDIA.CO.ID - Desa/pekon menjadi tumpuan bagi kehidupan dikota, dalam perjalanannya desa banyak menghasilkan sumberdaya alam yang menyokong hidup orang banyak. Bertahun-tahun desa menjadi ketimpangan serta jarang tersentuh dalam pembangunan.

Dengan diberlakukannya Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, telah memberikan ruang gerak yang lebih baik untuk masyarakat desa/pekon. Pasalnya, dana desa fokus untuk membangun desanya sendiri.

Dalam hal pembangunan desa/pekon mempunyai kewenangan yang lebih luas dalam menentukan arah kebijakan untuk menjalankan apa yang menjadi prioritas pembangunan sesuai dengan hasil musyawarah perencanaan pembangunan desa/pekon (musrembang desa/pekon) kemudian dikuatkan dengan rencana kerja pemerintah desa (RKP Desa).

Dana bantuan dari pusat yang dialokasikan dari APBN tersebut direspon positif oleh Pekon/Desa di Indonesia, karena, digulirkannya UU Desa kini masyarakat Pekon/Desa Ganjaran tengah giat membangun desa sesuai amanat UU, tidak disia-siakan bantuan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat.

Salah satunya Pekon Ganjaran Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu telah merealisasikan dan serap anggaran dana desa tahap ke 1 (satu) tahun 2017 untuk pembangunan fisik sesuai dengan apa yang menjadi usulan masyarakat pekon ganjaran yang disampaikan dan disetujui saat musrembang desa. Pembangunan fisik tersebut diantaranya Talud Penahan Tanah (TPT), pembangunan jalan Onderlahg, Gorong- Gorong  dan Rehab Posyandu.

Pembangunan Onderlagh dan gorong-gorong guna mempermudah akses masyarakat Pekon Ganjaran, yang semula pekon tertinggal karena akses jalan yang sulit,  sekarang sudah bisa menghubungkan dusun satu dan dusun dua, dan kini giat membangun dari bantuan Dana desa dengan melibatkan masyarakat,".Ungkapan Muhammad kepada cahyamedia.co.id.

Selain itu juga Muhammad mewakili masyarakat Ganjaran memberikan dukungan positif kepada kepala pekon, yang sudah merealisasikan pembangunan jalan Onderlagh dilingkungannya. Persoalannya, sebelum dibangun jalan Onderlagh akses jalan saat musim hujan susah dilewati oleh kendaraan, hanya bisa dilewati pejalan kaki.

"Menurut kami pembangunan jalan Onderlagh dilingkungan kami cukup bagus, karena, bisa mengantisipasi saat musim hujan. Bukan itu saja, masyarakat juga lebih mudah menggunakan akses jalan lingkungan dari dusun satu kedusun dua,"ujarnya.

Pembangunan infrastruktur di Pekon Ganjaran juga dibenarkan pendamping Kecamatan Pagelaran Sahrudin mengatakan pembangunan di Pekon Ganjaran masuk dalam kategori bagus. Kenapa demikian sudah sesuai dengan juklak juknis. "Jadi pekerjaan yang dikerjakan oleh Pekon Ganjaran sudah prosedural, baik pembangunan gorong-gorong, jalan onderlagh, talud dan rehab posyandu akan dikerjakan pada tahap kedua," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pekon Ganjaran, Darman saat ditemui wartawan cahyamedia.co.id , Senin (18/9)  di balai Pekon setempat mengatakan, Alokasi dana desa Tahun  2017 tahap pertama ini mengedepankan rasa keadilan, sesuai dengan skala prioritas kebutuhan yang ada dimasyarakat, dan tentunya dalam pembangunan itu juga melibatkan warga Pekon Ganjaran dengan harapan mampu memaksimalkan hasil pekerjaan pembangunan, selain itu juga, agar masyarakat disetiap dusun rasa memiliki dari hasil pembangunan tersebut.

"Dalam Pembangunan fisik di Pekon Ganjaran kami mengedepankan azas manfaat serta kegotong royongan sehingga hasil baik secara fisik maupun ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat, semisal jalan underlag, jika disesuaikan dengan RAB senilai Rp. 294 593 694,- yang terbangun hanya sepanjang 1288 meter tetapi karena masyarakat yang berperan maka alhamdulillah jalan tersebut bisa terbangun sepanjang 1341 meter,"ungkapnya.

Begitupun dengan pembangunan jembatan penghubung atau gorong gorong ketebalan cor semen maupun kerangka besinya ketebalnnya diatas standar rata-rata. Kenapa demikian, Harapannya usia bangunan tersebut bisa bertahan lebih lama, karena masyarakat sebagai penerima manfaat ikut serta dalam membangun, dengan mengawasi dan rasa memiliki proses pembangunan tersebut.

Untuk Jumlah jembatan penghubung atau gorong-gorong lanjut Darman dititik beratkan di dusun 1 dengan jumlah 5 jembatan sedang di dusun 2 hanya 1 gorong-gorong, ini disesuaikan dengan kebutuhan warga.

"Dusun I (satu) membutuhkan banyak jembatan penghubung karena memang di dusun tersebut banyak aliran parit dan sungai kecil, kemudianpembangunan talut penahan tanah yang dikerjakan baru sepanjang 42 meter dari 500 m yang direncanakan, dan akan diseleaaikan pada tahap ke II. Begitupun rehab 4 posyandu yang ada dipekon ganjaran juga akan dilaksanakan pada tahap II."tandasnya. (DN)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. cable support system 20 Mar 2018, 14:06:01 WIB

    kalau berbicara infrastruktur di pedesaan memang haru dilakukan pendeketan terlebih dahulu terutama ke masyarakatnya. dan benar juga, kalau infrastruktur di pedesaan kalau bisa tidak dibangun untuk kepentingan pribadi saja, tapi juga untuk kemajuan desa itu sendiri.

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Elat Herman Goni

    Terimakasih kepada Tuhan yang Maha Esa, atas karunia Nya alumni-alumni STM Perintis, ...

    View Article
  • Brianlat

    Вечернее платье CYLF.RU <a ...

    View Article
  • Lean Belly Breakthrough

    I really appreciate the kind of topics you post here. Thanks for sharing us a great ...

    View Article
  • Spirulina

    Great Information sharing .. I am very happy to read this article .. thanks for ...

    View Article