Mbah Suratmi, Nenek Renta Berprofesi Sebagai Tukang Sewa Tikar di Prambanan

By Cahya Media 12 Mar 2019 Dibaca: 159KaliNusantara

Mbah Suratmi, Nenek Renta Berprofesi Sebagai Tukang Sewa Tikar di Prambanan

Keterangan Gambar : Mbah Suratmi, duduk di sela-sela pengunjung objek wisata Prambanan klaten Jawa tengah


JATENG,CAHYAMEDIA.CO.ID - Tubuhnya yang tua renta dengan kulitnya yang sudah mulai mengeriput, tidak lantas membuat nenek ini pasrah dengan keadaan. Sebaliknya, dia nampak ceria menjalani hari-harinya sebagai tukang sewa tikar di kompleks Objek Wisata Prambanan Kabupaten Klaten. 

Mbah Suratmi (62), biasa orang memanggil, warga Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ini rela berpanas-panas, demi menjajakan tikar ke setiap pengunjung yang datang dan singgah di Objek Wisata Prambanan. 

"Sudah 30 tahun mas, saya menjual jasa sebagai penyewa tikar. Awalnya, saya jualan es dan dugan", ucap Suratmi kepada wartawan cahyamedia. co.id., Senin (11/03/2019). 

Dengan mengayuh sepedah butut kesayangannya, pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, mbah Suratmi akan tiba di Objek Wisata Prambanan.

"Tiap hari saya kesini (Prambanan) mas, naik sepedah. Kalau untuk satu tikarnya, saya sewakan seharga 10 ribu", terangnya. 

Mbah Suratmi selama ini tinggal bersama suami dan anaknya yang nomer empat

"Kalau anak saya, semuanya ada empat, dan tiga sudah berkeluarga. Tinggal satu dan sekarang masih kuliah di jogja", sebut Mbah Suratmi. 

Menjelang sore sekitar pukul 16.00 WIB, biasanya Mbah Suratmi baru pulang dari tempatnya bekerja, dengan mengayuh sepedah. 

Sementara, suami dari Mbah Suratmi sendir hanya bekerja sebagai buruh lepas. (Ful) 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo – Bachtiar Basri
  2. Herman HN – Sutono
  3. Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim
  4. Mustafa – Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • paint by numbers Philippines

    This piece supplies the knowledge in which we can confront the instant. This is a ...

    View Article
  • essay writing service uk reviews

    Draw not your bow till your arrow is fixed. ...

    View Article
  • GeorgeggSpofs

    buy viagra canada http://bettersightonline.com/groups/purposely-viagra-carva ...

    View Article
  • Harga kabel duct

    Korsleting listrik menjadi penyebab umum pada kejadian kebakaran. Karena itu, untuk ...

    View Article