Kasus Trafficking, Umumnya Dipicu Oleh Uang dan Ekonomi

By Cahya Media 10 Feb 2019 Dibaca: 52KaliPringsewu

Kasus Trafficking, Umumnya Dipicu Oleh Uang dan Ekonomi

Keterangan Gambar : AKP Yoni Kurniawan, Subdit IV Renata Polda Lampung saat memaparkan materinya


PRINGSEWU,CAHYAMEDIA.CO.ID-Kasus perdagangan orang (trafficking) dan tindak diskriminasi terhadap perempuan dan anak, saat ini sudah bukan lagi menjadi isu lokal, namun sudah menjadi isu nasional hingga internasional dan harus disikapi bersama. 

Hal itu dikemukakan AKP Yoni Kurniawan, Subdit IV Renata Polda Lampung dalam kesempatan menjadi narasumber di acara consultative group meeting yang diselenggarakan Jaringan Masyarakat Menentang Perdagangan Orang (JMMPO) Lampung, Sabtu (09/02/2019) di TK Fransiskus Pringsewu. 

Menurut Yoni, Pemerintah Indonesia sebenarnya sudah memiliki payung hukum yakni UU No.7 Tahun 1984 Tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan. 

Sayangnya setelah UU tersebut diundangkan, tindak diskriminasi bukan semakin menurun, melainkan justru semakin meningkat dan meluas. 

Dilain sisi sebut Yoni, perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan (kejahatan) masih takut untuk melapor, sebab hal itu dinilainya sebagai aib keluarga. 

Umumnya kasus trafficking yang terjadi terhadap warga, sambung Yoni, bermula dari tawaran pekerjaan tidak melalui PJTKI (ilegal). 

"Korban umumnya dijadikan pekerja seks atau penari telanjang. Trafficking ini marak lantaran dipicu oleh uang dan ekonomi", tegas Yoni. 

Di tahun 2018, Polda Lampung sempat menangani enam (6) perkara tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan jeratan hukum yang berbeda-beda. 

Empat dan enam kasus TPPO ini urai Yoni, diantaranya yakni korban diperdagangkan menjadi pemuas nafsu hidung belang. 

Kemudian, korban diperdagangkan oleh seorang mucikari dengan cara disekap  di salah satu ruangan. 

"Para pengemis itu diambil dari daerah garut. Mereka sengaja didatangkan ke bandarlampung guna menjadi pengemis", beber mantan Kapolsek Talang Padang ini.

Sementara itu, Efendi.,SKM.,M.Kes, Kabid Perlindungan Perempuan pada
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Provinsi Lampung memaparkan, dalam pemaparan materinya menyebutkan kalau para korban trafficking, umumnya direktut dengan alasan  dipekerjakan di rumah makan. 

"Tapi ternyata, mereka dipekerjakan di cafe dan tempat prostitusi", ujarnya.

Selain lampung menjadi daerah tujuan perdagangan orang sambung Efendi, saat ini lampung sudah menjadi tempat penyedia (sumber) berkaitan dengan masalah TKI. 

"TPPO sesuai alurnya, ada daerah sumber, transit dan tujuan. Pemprov Lampung juga sudah meneken MoU tentang Kesepakatan Gubernur se Wilayah Sumatera, pada 21 November 2018 di Padang Sumatera Barat dalam hal penanganan TPPO ini", imbuhnya. 

Adapun jaringan kerja dari TPPO di Indonesia adalah sebagai berikut. 

Daerah tujuan dalam negeri diantaranya Jawa, Batam, Bali, Medan, Papua, Makasar dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Daerah tujuan luar negeri yakni Asia meliputi Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, dan Jepang.

Kemudian, Uni Emirat Arab, Dubai, Kuwait hingga Syiria. (Ful) 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • MatthewHes

    aetna cialis bph <a href=http://cialispego.com/>generic cialis</a> que ...

    View Article
  • CharlesDof

    cialis made me sick <a href=http://cialispego.com/>generic cialis</a> ...

    View Article
  • BradleyVet

    order cialis online cheap <a href=http://cialispego.com/>cialis online</a> ...

    View Article
  • MatthewHes

    order cialis free overnight delivery <a href=http://cialispego.com/>cialis 20 ...

    View Article