Dugaan Pencabulan di Ponpes Al-Munir Belum Ada Progres

By Cahya Media 28 Feb 2018 Dibaca: 348KaliPringsewu

Dugaan Pencabulan di Ponpes Al-Munir Belum Ada Progres

Keterangan Gambar : Foto : "Tampak Gedung Megah dan Aktifitas Pengobatan Alternatif di Ponpes Al-Munir Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu-Lampung"


PRINGSEWU,CAHYAMEDIA.CO.ID,-Lembaga Peduli Polisi dan Militer Republik Indonesia (LPPM-RI ) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakra Indonesia rencananya akan mendatangi Mapolres Tanggamus untuk mempertanyakan proses hukum kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di Pondok Pesantren Al-Munir. Hal tersebut dikatakan Drs Sirwan Syahalam dan Ruslan, Selasa (27/2/2018).

Kedatangan kedua lembaga tersebut untuk mengetahui perkembangan kasus pencabulan anak di bawah umur yang menimpa ke empat santriwati di ponpes tersebut.

Seperti diketahui kasus tersebut sudah hampir berjalan selama dua bulan dan belum jelas tersangkanya. Diduga kasus pencabulan di Ponpes Al Munir mandek alias jalan ditempat.

“Nah kami berencana dalam waktu dekat akan datang ke Polres tanggamus, untuk menidaklanjuti laporan dari keluarga korban yang didampingi LSM Cakra indonesia. Terkait dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur,” ujar Sirwansyah tim LPPM-RI  dan LSM Cakra Indonesia kepada Cahyadi.co.id.

Sirwan mengungkapkan, LPPM-RI dan LSM Cakra akan mengawal kasus pencabulan yang dilakukan oleh ustad UB yang berstatus pengajar dan salah satu Ustad di Ponpes Al-Munir Ponpes di Sukoharjo.

“Kita meminta beberapa informasi, kita juga akan terus mengawal kasus pencabulan ini, karena pondok pesantren inipun milik publik. Sekali lagi LSM Cakra sangat serius mengawal terkait penyelesaian dan tindak lanjut laporan tersebut,” tegasnya.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si. Kasat Reskrim AKP Devi Sujana S.Ik, SH, MH. mengatakan, proses masih berjalan saat ini pihak peyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Laporan-laporan yang masuk di Polres tidak ada yang mandek kita proses semua,” ujar  AKP Devi Sujana.

Lebih lanjut AKP Devi Sujana menjelaskan, kasus ini merupakan kasus yang beda dengan yang lain, penyidik juga tidak gegabah dalam melakukan pemeriksaan.

“Sampai sekarang kami masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan alat bukti, kalau memang ada informasi tambahan dari teman-teman media segera di Informasikan,” jelasnya.

Menurut data dan informasi masih yang dihimpun dilapangan, diduga salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al Munir yang terletak di Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, dilaporkan ke Polsek Sukoharjo atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Pelaku berinsial BU (40) yang diduga ustad yang melakukan perbuatan pencabulan kepada 4 santriwatinya yang masih di bawah umur.

Kemudian, Ke 4 (Empat) santrinya itu berinisial WN (16) DF (16) ke duanya warga Kabupaten Pringsewu dan RS (16) RK (17) ke dua warga Kabupaten Tanggamus‎.

‎‎Dalam penangan kasus dugaan pencabulan waktu itu masih dijabat oleh Kasat Reskrim AKP Hendra Saputra, SE yang ‎mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si‎ mengatakan ada 4 orang korban yang masing-masing didampingi orang tua pelapor, untuk melaporkan kasus tindak pidana pencabulan di bawah umur, di pondok pesantren Al Munir di wilayah kecamatan Sukoharjo, kabupaten Pringsewu.

“‎Pelaku berinsial UB masih dalam tahap penyelidikan. Nanti kita jelaskan setelah diperiksa agar jelas semua duduk permasalahnya. ‎Setelah selesai pemeriksaan saksi baru kami lakukan pemanggilan terhadap terlapor BU (40)‎,” katanya, Kamis (4/1/2018).

Menurut Hendra, bahwa modus pelaku UB (40) mencabuli korban dengan menuduh memiliki penyakit kelamin yang tujuannya ingin mengobati penyakitnya yang diderita para korbannya. ‎

“Pengakuan korban bervariasi ada yang sudah dalam waktu 2 bulan sampai 5 bulan diperiksa penyakitnya sampai 5 kali secara bergantian. Yang jelas ‎Kita sudah memeriksa 6 orang saksi termasuk korban,” kata dia 

Seperti diketahui Kasus dugaan pencabulan yang terjadi diponpes Al Munir lebih kurang dua bulan, Namun sampai berita ini diturunkan belum ada kejelasan berkesan jalan ditempat dan belum jelas sejauh mana hasil dengan belum ditetapkannya tersangka dalam kasus tersebut. 

Didaerah lain, dengan modus yang sama (pencabulan dan pelecehan seksual) sudah ada yang ditetapkan menjadi tersangka, Ada apa dibalik ini semua? Sampai Lembaga perlindungan anak (LPA) Kabupaten Pringsewu Pun terkesan tidak ambil peran Terkait Kasus dugaan pencabulan di Ponpes Al-Munir. (TIM)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Payday Loan Online

    cash advance loan <a href="https://cashadvanceloans.us.org">cash ...

    View Article
  • seniors insurance

    term life insurance quotes <a href="https://termlifeinsurance.us.org">term ...

    View Article
  • sell life insurance

    reliance standard life insurance <a ...

    View Article
  • motorcycle insurance

    aarp auto insurance quote <a href="https://cheapinsurancequotes.us.com">ch eap ...

    View Article