Double Job, Oknum Guru Jadi Pendamping Desa

By Cahya Media 12 Nov 2017 Dibaca: 135KaliTanggamus

Double Job, Oknum Guru Jadi Pendamping Desa

Keterangan Gambar :


TANGGAMUS, CAHYAMEDIA.CO.ID - Rekrutmen Pendamping Lokal Desa (PLD) yang dilakukan kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi (Kemendesa) Bekerjasama dengan Dinas Pemberdayan masyarakat dan desa (DPMD) Provinsi Lampung. Pendamping desa ujung tombak dari program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) untuk tahun 2017 telah mengeluarkan Surat perintah tugas (SPT) tenaga professional pendamping desa. 

Proses rekrutmen yang dilakukan DPMD selalu kecolongan, Kecolongannya mulai dari rekrutasi PD-IT dan TA, PD-P dan sekarang pada formasi PLD. Pasalnya, petugas PLD tersebut dinyatakan lulus dan ditempatkan. Diduga oknum PLD di Kabupaten Tanggamus tersebut double job (Rangkap Jabatan), Kenapa demikian, Rekrutmen yang dilakukan DPMD Provinsi Lampung, diduga tidak pernah melakukan koordinasi dengan instansi lain serta tidak pernah dievaluasi.

Pada akhirnya petugas pendamping desa yang Rangkap jabatan selalu terulang, Ajuddin adalah salah satu pendamping lokal desa yang ditempatkan di kecamatan pugung kabupaten tanggamus. Surat perintah tugas Ajuddin dikeluarkan sejak tahun 2015 hingga tahun 2017. Persoalan double job tidak pernah di evaluasi oleh dinas terkait. Kenapa demikian, mencuatnya Atas Nama Ajuddin dirinya masih terdaftar di kementrian agama tanggamus sebagai penerima tunjangan profesi.

Saat dikonfirmasi Hasan Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI) kantor Kementerian Agama kabupaten Tanggamus mengatakan, dalam nota kesepahaman antara kemeneag dengan mentri keuangan dan kementrian Kemendes. Setiap guru penerima tunjangan profesi (sertifikasi) non PNS tidak boleh double job dalam bekerja.

“Kalau benar nama yang bersangkutan menjadi pendamping desa, kami akan melakukan pemanggilan dan mempertanyakan kebenarnya,”. Ujar Hasan

Lanjut, Hasan kepada Cahyamedia.co.id menjelaskan Apabila nama Ajuddin rangkap jabatan, Maka, dari kami akan memberikan pilihan kepada yang bersangkutan.

“Pilihan yang diberikan, apakah jadi guru madrasah atau menjadi pendamping desa? Seandainya oknum guru tersebut memilih menjadi pendamping desa, nama yang bersangkutan harus mengembalikan uang tunjangan profesi guru yang sudah dia terima, Karena, tidak boleh menerima gaji yang bersumber dari uang negara, baik dari APBN Maupun dari APBD,”. Kata Hasan.  Jumat, (10/11)

Terpisah, Saat wartawan Cahyamedia.co.id Mengkonfirmasi Mashuri KPW P3MD Lampung melalui via telepone genggamnya, Terkait pendamping desa yang double job. Tapi, sayangnya no handpone tidak aktif. Sampai berita ini diturnkan WhatsApp Massegerpun enggan dibalas. (HB/DN/NA)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang Favorit Anda?
  Mahyeldi Ansyarullah - Emzalmi
  Robby Prihandaya - Dewi Safitri
  Tommy Utama - Laura Hikmah
  Willy Fernando - Vicky Armita
  Laura Himah i Nisaa - Safaruddin

Komentar Terakhir

  • Jasa Bangun Rumah

    Infonya sangat berguna bagi kami, Thank you. https://jasaseo.website | ...

    View Article
  • Cruise Cushion

    Coba saja buat wisata perjalanan dari jakarta ke lampung dengan menggunakan kapal laut ...

    View Article
  • Kontraktor Bangunan

    semoga aja nanti pas eksekusi menjadi bagus hasilnya, tetapi bagus atau enggaknya ...

    View Article
  • Pesan Nasi Kotak

    Loh, ini gimana sih..? Judul dan gambarnya sih tentang nasi kotak,, tapi kok isi ...

    View Article