Dinas PMP Pringsewu Tampilkan Pawai Sekura di Carnival Budaya HUT Ke-9 Pringsewu

By Cahya Media 30 Mar 2018 Dibaca: 150KaliPringsewu

Dinas PMP Pringsewu Tampilkan Pawai Sekura di Carnival Budaya HUT Ke-9 Pringsewu

Keterangan Gambar : Dinas PMP Pringsewu Tampilkan Pawai Sekura di Carnival Budaya HUT Ke-9 Pringsewu


PRINGSEWU, CAHYAMEDIA.CO.ID- Topeng Lampung merupakan salah satu produk seni budaya lampung yang dapat dilihat pada pesta sekura ( sekuraan) dan drama dari tupping.

Topeng Lampung merupakan salah satu bentuk ekspresi masyarakat lampung yang mempunyai nilai simbolik perwatakan manusia, sesuai dengan ajaran moral dan etika sosial budaya masyarakat pedesaan lampung pada zamannya.

Topeng dapat dijadikan media untuk menggambarkan,  berbagai karakter dan mimik wajah seperti sedih, marah, senyum hingga tertawa.

Topeng Lampung terbagi dalam dua jenis yaitu 'tupping' dan 'sekura'.

 Tupping berkembang di masyarakat lampung barat yang bermukim di Pekon Waya Krui Kecamatan Banyumas.

Kepala Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP) Kabupaten Pringsewu Malian Ayub menjelaskan, pada pawai budaya sengaja menampilkan Pawai Topeng  Sekura agar masyarakat pringsewu mengetahui kalau di Kabupaten Ptingsewu juga ada Komunitas Sekura. 

"Dalam karnaval budya ini, terdiri dari tim dari Dinas PMP  yang terdiri dari ASN di Dinas PMP dibantu oleh Komunitas Sekura Pekon Waya Krui Kecamatan Banyumas," paparnya.

Malian mengatakan, bahwa ada dua jenis topeng lampung, yaitu tupping dan sekura. 

Tupping berkembang di daerah Lampung Selatan (Kuripan, Canti, dan Kesugihan).

Sementara Sekura terdapat di wilayah Lampung Barat (Belalau, Balik Bukit, Batubrak, Sukau, Kenali, dan Liwa). Termasuk yang sedang berkembang di pringsewu saat ini.

"Kedua jenis topeng tersebut sering digunakan dalam memeriahkan acara seperti pesta adat sekuran (sekuraan), pementasan drama tari tupping, atau pada parade topeng," imbuh Mailan didampingi Sekretaris Dinas PMP, Ivan Kurniawan.

Ivan menambahkan kalau Sekura umumnya ditampilkan dalam tarian topeng pada pesta adat sekuran atau sekuraan yang diadakan setiap awal bulan syawal. 

"Pesta ini merupakan pesta rakyat yang diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur, sukacita dan perenungan terhadap sikap dan tingkah laku," terangnya.

Dalam tarian topeng, sekura dibagi menjadi beberapa karakter menurut penokohannya, yaitu sekura anak, sekura tuha, sekura kesatria, sekura cacat, sakura raksasa, dan sekura binatang. 

"Namun, dari enam jenis penokohan tersebut sekura secara umum dapat dikategorikan menjadi dua jenis. Jenis yang pertama disebut sekura kecah yang artinya sekura bersih.

Dimana,  Sekura ini sering disebut juga sekura betik atau sekura helau," urai Ivan.

Sesuai dengan namanya, sekura kecah mengenakan kostum yang bersih dan rapi. 

Sementara, Sekura kecah khusus diperankan oleh menghanai (laki-laki yang belum beristri). Sekura ini berfungsi sebagai pemeriah dan peramai peserta.

Mereka berkeliling pekon (dusun) untuk melihat-lihat dan berjumpa dengan gadis pujaan. 

Selain itu, sekura ini juga berfungsi sebagai pengawal sanak saudara yang menyaksikan atraksi topeng. 

"Perlambangan untuk saat ini, mereka membawa senjata pusaka-kini simbolis saja, sebagai simbol menjaga gadis atau muli bathin (anak pangeran) yang menyaksikan pesta topeng agar terhindar dari sekura kamak yang jahat," imbuhnya.

Mereka sebut Ivan juga menunjukkan kemewahan dan kekayaan materi yang dapat terlihat dari selendang yang dikenakannya. 

"Secara simbolis, banyaknya selendang mengartikan sekura itu adalah meghanai yang baik," katanya.

Sedangkan, sekura kedua sebut Ivan disebut sekura kamak yang artinya sekura kotor atau sekura jahat. 

Dimana, busana yang dikenakan tidak hanya pakaian sehari-hari yang digunakan dalam menggarap kebun, tetapi dapat juga dari segala jenis tumbuhan yang diikatkan di tubuh.

"Sekura kamak tidak hanya digunakan oleh meghanai, tetapi bisa juga dibawakan oleh pria yang sudah beristri," ujarnya.

Mereka berfungsi sebagai penghibur dalam sekuraan. 

Sekuraan ini berkeliling kampung untuk kemudian singgah ke rumah-rumah penduduk. 

Masyarakat yang dikunjungi wajib menyediakan makanan dan minuman yang diperuntukkan sekura yang datang kerumahnya. 

Dalam pesta sekuraan ini, kadang ditampilkan atraksi pencak silat (silek), nyambai ( menyanyikan bait-bait pantun yang diiringi dengan tetabuhan terbangan (rebana) satu. 

Pantun ini biasanya ditujukan pada muli (gadis).

Sebagai catatan, konon topeng sekuran dahulu digunakan oleh orang-orang sakti yang mampu merubah wajah dan fisik mereka hingga tak dapat dikenali lagi.

Sejarah Sekura sendiri konon awalnya dipakai saat peperangan 4 paksi yang membawa ajaran Islam di tanah Sekala Brak yang menganut animisme. 

Para pengikut empat (4) maulana tersebut menggunakan topeng saat berperang karena mereka harus melawan kerabat sendiri. Selain menggunakan penutup wajah.

Sekura juga memiliki sejumlah aksesori antara lain pedang, tombak, dan lain sebagainya.

Hal ini menyimbolkan untuk merayakan kemenangan dengan senjata di tangan. (Ful)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • hsbc life insurance

    union fidelity life insurance company <a ...

    View Article
  • Money Loan

    installment loans no credit <a href="https://installmentloansnocredit.us.com"&g ...

    View Article
  • go auto insurance

    go auto insurance quote <a href="https://carinsurances.us.com">car ...

    View Article
  • Payday Loan Online

    cash advance loan <a href="https://cashadvanceloans.us.org">cash ...

    View Article