Diduga Pekerjaan Dana Desa Bermasalah, Kakon Sidodadi Pura-Pura Pikun

By Cahya Media 23 Sep 2017 Dibaca: 254KaliPringsewu

Diduga Pekerjaan Dana Desa Bermasalah, Kakon Sidodadi Pura-Pura Pikun

Keterangan Gambar :


PRINGSEWU, CAHYAMEDIA.CO.ID - Pekerjaan jalan onderlagh yang bersumber dari Dana Desa pekon Sidodadi diduga Bermasalah, Pasalnya, pembangunan jalan onderlagh dikerjakan terkesan asal jadi, jalan yang belum lama dikerjakan sudah mengalami kerusakan, lebih parahnya lagi, batu yang digunakan tidak memenuhi spesifikasi.

Terkait pekerjaan jalan onderlag tersebut Sudah menjadi kewajiban bagi kepala pekon sebagai pimpinan tertinggi ditingkat pekon untuk dapat bijak dalam pengelolaan Dana Desa. Pengelolaan harus benar-benar tepat sasaran bukan untuk mencari keuntungan pribadi.

Pengelolaan dana desa juga harus tranparansi serta memberdayakan dan melibatkan masyarakat pekon dalam pembangunan, karena, apabila masyarakat setempat dilibatkan untuk mengerjakan sesuai juklak juknis. maka, hasil pekerjaan jauh lebih berkualitas sehingga azas manfaatnya bisa lebih lama dinikmati masyarakat. Namun dipekon ini terbalik, masyarakat hanya dimanfaatkan tenaganya dengan dibayarnya upah murah. ini semua pembodohan dan akal-akalan oknum kepala pekon bersama perangkatnya yang selalu melakukan praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) demi untuk kepentingan dan keuntungan pribadi.

Saat wartawan Cahyamedia.co.id, melakukan investigasi di pekon Sidodadi kecamatan Pagelaran kabupaten Pringsewu, Salah satu program kegiatan pembangunan yang dilaksanakan pekon tersebut diduga asal jadi. Pekerjaan underlagh sepanjang 350 meter yang terbagi dalam dua titik dikerjakan secara asal, meskipun pekerjaan tersebut turut memperkejakan masyarakat namun hasilnya patut dipertanyakan.

Dalam mencari informasi dipekon setempat wartawan media ini mendapat respon dari Haryono warga RT.5 dusun 2, sungguh mengejutkan pasalnya disamping mengungkap bobroknya sistem hasil pekerjaan dan soal upah yang didapat pekerjaan dalam proses pembangunan jalan tersebut yang dikerjakan secara bergotong royong, akan tetapi tidak diberikan langsung kepada masyarakat yang dipekerjakan.

"Kami warga di RT. 5 diperintah sama pak sekdes untuk bergotong royong, kerjanya sesuai dengan yang diperintahkan pak sekdes, menyusun batu. selesai digiling barulah mengampar pasir, tapi sayangnya batu yang dipakai sepertinya ukuran tidak sesuai karena terlalu besar,". Keluh haryono.

Untuk soal upah kerja Haryono mengaku dibayar 3 juta yang kemudian dijadikan dana kas.

"Usai pekerjaan rampung, upah borongan sebesar 3 juta dijadikan dana kas dusun katanya sih untuk beli kursi,".Tanpa menjelaskan lebih rinci.

Disinggung soal ada atau tidaknya hamparan pasir seblum pemasangan batu, Haryono mengaku tidak ada perintah untuk menghapar pasir jadi batu langsung disusun begitu saja.

"saya kan bekerja atas dasar perintah dari pak sekdes, seingat saya, dalam pengerjaannya langsung menyusun batu trus sudah selesai penyusunan batu, barulah atasnya disiram pasir ,"Ujar Haryono kepada Cahyamedia.co.id . Kamis, (21/09).

Dari pantauan awak media ini, tidak berlebihan jika warga mengeluhkan kwalitas pembangunan jalan Onderlagh sepanjang Kurang lebih 150 M ini, dan terindikasi pengerjaan tidak mengacu pada Besik teknis (Bestek) sehingga terkesan pengerjaanya asal jadi. Seperti

Material batu belah yang digunakan tidak dipecah terlebih dahulu untuk penyesuaian ukuran, tetapi dipasang begitu saja, begitupun juga agregat halusnya bukan menggunakan Material pasir tapi sejenis tanah kerikil.

Kepala pekon Hariyadi saat dikonfirmasi dikantor pekon setempat mengungkapkan, Terkait pembangunan jalan underlag terkesan menutupi serta tidak kooperatif dalam memberikan informasi soal serapan anggaran pembangunan underlagh tersebut, Dengan alasan bahwa pekerjaan sepenuhnya diserahkan kepada sekertaris desa.

"Untuk jumlah total keseluruhan pembangunan jalan mencapai 350 meter terbagi menjadi 2 titik, tapi soal anggaran saya lupa, yang tau percis itu pak sekdes beserta tim yang nenangani, karena dia yang saya percayakan urusan pekerjaan dan mengelola Dana Desa,"Kilahnya.

Ditempat yang sama Parjiman sekretaris desa (sekdes) Sidodadi Saat ditanyakan berapa besaran anggaran untuk pembagunan underlagh tersebut, dirinya mengaku lupa atau tidak mengingat jumlah anggaran yang dikeluarkan pembangunan.

"Semua anggaran tercatat, soal jumlah anggaran yang terserap untuk pembangunan jalan onderlag saya lupa,". Tukas Parjiman.

Persatuan Masyarakat Anti Korupsi (PERMAK) Ketua divisi investigasi Muhammad Fijay mengatakan, Kepala Pekon yang mendapatkan dana desa harus memiliki konsultan Petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis), Persoalannya pembangunan jalan onderlagh dipekon Sidodadi tidak dilaksanakan dengan baik alias dilangkahi oleh pelaksana kegitan. Contohnya pada penghamparan pasir uruk, sebelum penyusunan batu belah yang tidak dilakukan kepala Pekon dan jajarannya.

"Pembangunan jalan underlag dipekon Sidodadi, penghamparan pasir hanya dilakukan setelah batu tersusun. Padahal perludiketahui, semestinya penghamparan pasir ini dilakukan dua kali, yakni sebelum penyusunan batu dan setelah pemasangan batu sesudah digilas dengan alat berat,".Katanya

Muhammad Fijay juga menjelaskan, untuk pemasangan batu belah ukuran 15, jelas telihat disusun melebar atau tidur. Padahal, penyusunan batu semestinya rapat dan dengan posisi berdiri.

Dalam pemahaman yang dia miliki lanjut Fijay kepada wartawan Cahyamedia.co.id, selain batu ukuran 15, sangat diperlukan batu ukuran 5/7 dan batu krikil ukuran 2/3 yang seharusnya disusun pada celah batu berdiri yang berfungsi sebagai pengunci atau pengikat juga tidak terlihat ada pada pekerjaan jalan onderlagh pekon Sidodadi tersebut.

"Selain pemasangan dan pemakaian batu jalan underlag yang salah, diduga penyerapan anggaranpun syarat akan korupsi dipekon Sidodadi, maka, terkait kepala Pekon dan sekdes yang berpura-pura pikun, menurutnya kepala Pekon bisa dikena Undang-Undang keterbukaan informasi publik dan UU tidak pidana korupsi terkait Mark Up dan Mall administrasi,". Pungkasnya (DN/NA)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • Makanan Khas Indonesia

    Wah website yang bagus banget untuk saling sharing informasi, nih! ...

    View Article
  • Benefits of Cheese

    After reading your article I was amazed. I know that you explain it very well. And ...

    View Article
  • Milk

    It is extremely nice to see the greatest details presented in an easy and ...

    View Article
  • Dates

    Im excited to uncover this page. I need to to thank you for ones time for this ...

    View Article