Dear Milenial, Yuk Jadi Pemilih yang Cerdas di Pemilu Serentak 2019

By Cahya Media 16 Apr 2019 Dibaca: 26KaliMetropolitan

Dear Milenial, Yuk Jadi Pemilih yang Cerdas di Pemilu Serentak 2019

Keterangan Gambar : Dear Milenial, Yuk Jadi Pemilih yang Cerdas di Pemilu Serentak 2019


JAKARTA, CAHYAMEDIA.CO.ID - Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 akan segera digelar serentak pada Rabu, 17 April 2019 mendatang. Sudahkah kamu mempersiapkan diri untuk menjadi pemilih cerdas?

Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan, mengungkapkan ada dua hal penting yang perlu diperhatikan pemilih pemula.

"Pertama, pastikan kamu terdaftar sebagai pemilih. Caranya dengan mengecek di www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Cek namamu apakah sudah terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Bagi yang tidak terdaftar dapat melapor untuk dimasukkan ke daftar pemilih hasil perbaikan (DPTHP)," kata Wahyu.

Perlu diketahui, syarat agar bisa menjadi pemilih antara lain berusia 17 tahun pada hari pemungutan suara, pernah atau sudah menikah, tidak dalam gangguan jiwa, tidak sedang dicabut hak pilihnya, memiliki e-KTP dan tidak sedang menjadi anggota TNI atau Polri sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018.

Bagi yang berdomisili di luar negeri (LN), kamu juga bisa ikut berpartisipasi menjadi salah satu dari banyaknya pemilih cerdas dengan syarat yang sama dan harus terdaftar sesuai domisili yang tertera di identitas sesuai Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2018. Hanya saja, dokumen kependudukan bisa diganti dengan kepemilikan paspor.

Langkah kedua yang harus diperhatikan sebagai pemilih pemula adalah #KenaliCalonmu dengan melihat dan mempelajari rekam jejak tiap-tiap calon yang akan dipilih.

"Data dari tiap calon yang dipilih dapat diakses melalui website infopemilu.kpu.go.id. Di situ pemilih dapat mengakses daftar riwayat hidup dan data-data lain dari tiap-tiap calon. Selain data primer yang disediakan KPU, pemilih masih dapat mencari informasi sekunder dari calon dari berbagai media informasi yang ada," jelasnya.

Misalnya saja, bisa mengecek apakah sebelumnya calon pernah bermasalah, pernah tersandung kasus apa, hingga mengetahui motivasi calon tersebut untuk menjadi wakil rakyat.

Wahyu juga mengimbau agar calon pemilih bisa memilah mana berita yang benar dan tidak benar. Faktanya, di zaman yang serba canggih ini, kabar hoaks terus bermunculan dan tersebar dengan cepat.

"Mengenai hoaks, hal yang dapat dilakukan antara lain ialah meneliti sumber informasi. Informasi valid akan keluar dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Selanjutnya melihat penyebar informasi, pastikan informasi diberikan oleh orang atau pihak-pihak yang dipercaya dan memiliki kredibilitas yang baik. Lalu telaah isi informasi, informasi seputar pemilu yang valid hampir dipastikan tidak memuat hal-hal yang provokatif," paparnya.

Pemilu Serentak 2019 ini menjadi pemilu spesial karena inilah pertama kalinya Indonesia menggelar pemilihan legislatif bersamaan dengan pemilihan presiden. Jadi, pada hari pemungutan suara nanti, kamu akan diberikan lima jenis surat suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD Provinsi serta anggota DPRD Kabupaten/Kota.

Khusus untuk pemilih di wilayah Jakarta, hanya akan mencoblos empat surat suara saja karena Jakarta tidak memilih anggota DPRD kabupaten atau kota. Semua surat suara tersebut akan diberikan warna yang berbeda, sehingga pemilih dapat dengan mudah membedakannya.

Saat ini banyak pemilih muda yang tak menggunakan hak pilihnya dengan beragam alasan. Misalnya karena tak mengerti bagaimana cara untuk memilih, hingga menganggap sepele hak suara yang dimiliki.

"Saya memilih untuk tidak memilih. Karena untuk apa memilih, saya tak percaya mereka (calon pemimpin)," ungkap dara berusia 23 tahun bernama Syifa Nurjannah.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan, SH., MH., mengatakan bahwa mindset seperti itu harus diubah. Untuk mengetahui rekam jejak calon di pemilu kaum milenial bisa mengetahui dan mengeceknya profilnya melalui website infopemilu.kpu.go.id sebagai sumber informasi primer.

"Kaum muda sering berpikir buat apa ikutan Pemilu, mindset tersebut haruslah diubah karena yang akan menghadapi masa depan Indonesia lima tahun ke depan adalah mereka generasi milenial. Karena mereka yang akan mengalami dan menghadapi, maka mereka harus berkontribusi dan saatnya adalah sekarang. Karena dalam lima tahun ke depan, masa depan bangsa ini adalah tanggung jawab mereka. Jadi ini saatnya untuk berkontribusi aktif melakukan pengawasan dan juga jangan golput," tegasnya.

Sementara untuk menambah informasi sekunder soal rekam jejak calon, milenial bisa mencarinya melalui media sosial maupun situs pencarian internet. Meski demikian Abhan mengimbau agar milenial selalu waspada terhadap penyebaran informasi yang berasal dari sumber tak kredibel dan tidak turut serta dalam penyebaran informasi yang menyinggung isu sensitif.

"Medsos memang pisau bermata dua, bisa digunakan untuk positif dan bisa digunakan dari sisi negatif. Maka tentunya, harapan kami sebagai penyelenggara jadilah pengguna medsos yang bertanggung jawab, yang tidak menyebarkan disinformasi," katanya.

Ia juga mengimbau agar milenial yang menjadi pemilih pemula menggunakan hak pilihnya dengan baik alias tidak golput. Dia juga mengingatkan agar pemilih pemula berani mengampanyekan dan menolak kampanye hoax atau kampanye yang mengandung fitnah serta SARA.

"Berdasarkan ketentuan, untuk pelanggaran pemilu ada dua kategori sanksi yaitu sanksi administratif dan ada sanksi pidana dan denda. Ini yang harus dihindari oleh para peserta pemilu dan masyarakat," pungkasnya.

Nah, semua informasi sudah tersedia dan mudah diakses bagi kamu pemilih milenial. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kamu untuk tidak ikutan memilih pada 17 April 2019 mendatang.

Kamu memegang peran penting dalam mewujudkan negara yang kuat karena semakin kamu berani menentukan pilihanmu sendiri, maka negara akan menjadi semakin kuat dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik.

Kenapa? Karena pemilih yang cerdas seperti kamu, pasti akan memilih pemimpin bangsa yang berkualitas juga. Sinergi antara pemimpin dan pemilih berkualitas ini tentunya akan berkontribusi positif untuk kehidupan bernegara yang baik, adil dan sejahtera.(*)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • byjanafe

    [url=http://canadabuyeds.com/]buy viagra cialis online[/url] do you need a prescription ...

    View Article
  • Zhxepk

    <a href="http://cialissoftp.com/">cialis soft pills</a> zoloft <a ...

    View Article
  • Zhxepk

    <a href="http://cialissoftp.com/">cialis soft pills</a> zoloft <a ...

    View Article
  • Zhxepk

    <a href="http://cialissoftp.com/">cialis soft pills</a> zoloft <a ...

    View Article