17 April, Pemilih Masih Bisa Nyoblos Setelah Pukul 13.00

By Cahya Media 16 Apr 2019 Dibaca: 19KaliMetropolitan

17 April, Pemilih Masih Bisa Nyoblos Setelah Pukul 13.00

Keterangan Gambar : Ketua KPU Arief Budiman


JAKARTA, CAHYAMEDIA.CO.ID Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan pemilih masih diperbolehkan menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2019 pada Rabu 17 April setelah pukul 13.00 di daerah masing-masing. Pendaftaran pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) dibuka mulai pukul 07.00 dan berakhir pada 13.00. 

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan sesuai aturan pukul 13.00 adalah batas pemilih mendaftar di TPS, bukan batas terakhir mencoblos. Artinya semua warga masih tetap bisa menyoblos dengan catatan sudah mendaftar di TPS sebelum pukul 13.00.

"Dalam hal 13.00 masih ada antrean, maka yang sudah hadir sebelum 13.00 harus dilayani. Meski ada antrean panjang, harus dilayani semua," kata Arief dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Senin (15/4).


Pernyataan Arief merespons kisruh pemungutan suara di beberapa lokasi di luar negeri. Seperti kisruh di Sydney, Australia, yang dikabarkan karena pemungutan suara ditutup lebih awal.

Dia menekankan aturan terkait waktu pencoblosan ini harus dimengerti oleh semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu.

"Ada tiga pihak yang harus paham betul, penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, dan jajaran di bawah harus paham ini. Kedua, peserta pemilu agar nanti tidak ada saksi di TPS yang protes. Kemudian pemilih sebagai pemilik hak suara," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Menkopolhukam Wiranto meminta insiden di Sydney tak terjadi di dalam negeri. Ia juga meminta masyarakat untuk tak menambah gaduh dengan membagikan ulang video itu.

"Jangan sampai di daerah pukul 13.00 disetop, padahal antre masih panjang. Itu diberikan kesempatan mendapatkan waktu menggunakan hak pilih mereka," kata Wiranto.

Dia menekankan aturan terkait waktu pencoblosan ini harus dimengerti oleh semua pihak yang terlibat dalam proses pemilu.

"Ada tiga pihak yang harus paham betul, penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, dan jajaran di bawah harus paham ini. Kedua, peserta pemilu agar nanti tidak ada saksi di TPS yang protes. Kemudian pemilih sebagai pemilik hak suara," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Menkopolhukam Wiranto meminta insiden di Sydney tak terjadi di dalam negeri. Ia juga meminta masyarakat untuk tak menambah gaduh dengan membagikan ulang video itu.

"Jangan sampai di daerah pukul 13.00 disetop, padahal antre masih panjang. Itu diberikan kesempatan mendapatkan waktu menggunakan hak pilih mereka," kata Wiranto.(*)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Siapakah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Kesukaan Anda?
  1. M. Ridho Ficardo Bachtiar Basri
  2. Herman HN Sutono
  3. Arinal Djunaidi Chusnunia Chalim
  4. Mustafa Ahmad Jajuli

Komentar Terakhir

  • byjanafe

    [url=http://canadabuyeds.com/]buy viagra cialis online[/url] do you need a prescription ...

    View Article
  • Zhxepk

    <a href="http://cialissoftp.com/">cialis soft pills</a> zoloft <a ...

    View Article
  • Zhxepk

    <a href="http://cialissoftp.com/">cialis soft pills</a> zoloft <a ...

    View Article
  • Zhxepk

    <a href="http://cialissoftp.com/">cialis soft pills</a> zoloft <a ...

    View Article